Konsep Diri: Tips Pemahaman Potensi Diri

Konsep Diri: Tips Pemahaman Potensi Diri

Posted on

Konsep diri lahir dari pandangan dan perasaan kita menilai diri sendiri. Jadi bukan bawaan dari lahir ya, melainkan hasil belajar. Apalagi saat Anda ditanya seputar kepribadianmu? Pasti Anda akan berpikir, itu adalah salah satu komponen Konsep diri, lho. Selain itu, konsep diri juga dapat diartikan sebagai persepsi, keyakinan, perasaan, maupun sikap seseorang tentang dirinya, menurut pakar Muhammad Hamdi dalam buku Teori Kepribadian (2016).

Setelah dapat memahami konsep diri sendiri, Anda akan lebih mudah dan berhati-hati dalam menjalani hidup, lantaran positif atau negatif diri kita dapat mempengaruhi hidup kita. Tidak hanya itu, lingkungan tempat kita tinggal, pola asuh maupun tempat bermain dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi konsep diri.

Sebut saja, pada masa kanak-kanak, di usia ini biasanya anak cenderung menganggap benar apa saja yang dikatakan oleh orang lain. Jika Ia merasa diterima, dicintai, dan dihargai. Maka anak tersebut akan tumbuh menjadi kepribadian positif. Namun sebaliknya, jika lingkungan di sekelilingnya senang meremehkan, merendahkan, dan mempermalukan. Maka konsep dirinya cenderung negatif.

Sekarang kita bedah, apa saja sih contoh positif yang perlu dipelajari dan contoh negatif yang perlu kita dihindari. Simak berikut ini ;

Konsep Diri Positif

Kalau Anda bisa menerima diri sendiri dan mempunyai berbagai cara untuk meluapkan emosi dengan baik. Maka konsep diri Anda merupakan jenis yang positif.

  1. Mudah menerima masukan

Anda bukan orang yang egois dan mudah menyesuaikan diri pada sifat orang lain. Selain itu, Anda merupakan individu yang dapat menghargai orang lain dan bisa menjaga sikap, serta tidak pernah mencela maupun meremehkan orang lain.

  1. Dapat menjaga sikap

Selanjutnya, Anda mengetahui persis apa yang diinginkan dan dapat memahami cara meningkatkan rasa percaya diri. Tak hanya itu, Saat menerima pujian, Anda tidak meremehkan dan merendahkan orang lain

  1. Punya rasa tanggung jawab

Anda merupakan individu Memiliki sifat yang bertanggung jawab dan selalu dapat diandalkan, Selain itu, Anda merupakan kepribadian yang peka dan tidak pernah memaksakan kehendak orang lain.

Baca Juga:  Trust Issue: Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya!

Konsep Diri Negatif

Namun, jika Anda merupakan individu yang tidak dapat menerima dirinya sendiri, selalu bergantung pada orang lain, dan selalu bersikap pesimis. Maka Anda memiliki konsep diri yang negatif. Contoh diantaranya sebagai berikut :

  1. Tidak pernah yakin terhadap kemampuannya sendiri

Di lingkungan baru maupun di lingkungan lama, Anda tidak bisa menerima keadaan jika terjadi suatu masalah. selain itu, tidak pernah mau menerima kritikan maupun pendapat orang lain tentang dirinya. Individu ini selalu menganggap dirinya selalu benar.

  1. Selalu suka dipuji

Jika Anda sangat menyukai pujian namun juga suka meremehkan orang lain bisa jadi Anda merupakan individu yang suka menjadi pusat perhatian. Contoh jenis ini juga merasa jika dirinya lebih baik dan suka mencari kesalahan atau sifat negatif dari orang lain untuk dikritisi.

  1. Merasa tidak disenangi oleh orang lain

Selalu merasa rendah diri dan menganggap kehadirannya tidak diharapkan, individu ini hanya bisa melihat seseorang dari sisi negatif dan suka mengeluh kalau kalah bersaing dalam hal apapun.

Komponen

Konsep diri dalam Psikologis mengidentifikasi jika ada tiga komponen utama konsep diri yaitu gambaran diri, ideal diri, dan harga diri. Namun karena dunia psikologi sekarang lebih modern, sehingga ada empat komponen konsep diri. Berikut penjelasannya.

Harga Diri

Komponen ini merupakan penilaian seseorang akan hal-hal yang telah dicapai. Persepsi tersebut bisa datang dari dirinya sendiri atau berasal dari orang lain kepada dirinya. Pendapat mereka pun bisa buruk ataupun menjadi penyemangat.

Identitas Diri

Setiap orang tentu memiliki identitas yang berbeda satu sama lain, hal inilah yang membuat orang unik. Identitas diri terbentuk karena kesadaran akan dirinya sendiri dari lingkungan di sekitar kita.

Baca Juga:  Mati Rasa: Penyebab Dan Cara Mengatasi

Peran Diri

Untuk komponen ini lebih bertujuan mengetahui perilaku, sikap, dan tujuan yang akan dilakukannya kepada orang lain maupun kelompok tertentu.

Ideal Diri

Komponen konsep diri individu ini lebih mengacu pada standar diri, atau patokan dirinya dalam bertindak. Biasanya berhubungan dengan impian, cita-cita, ataupun prestasi yang ingin dicapai.

Pengaruh konsep diri seseorang tentu tidak terlepas dari lingkungan maupun cara dia memahami hidup. Dimana menurut teori psikologi, intropeksi diri juga dapat dijadikan sebagai penilaian faktor yang mempengaruhi konsep diri. Simak rangkuman berikut ini.

  1. Lingkungan

Kenyataannya, tidak semua individu memberikan pengaruh yang besar. Hal ini karena bisa berubah jika setiap bertemu dengan individu lain atau baru.

  1. Ras, Kulit dan lainnya

Menurut beberapa ahli menyebutkan jika kelompok ras minoritas atau kelompok sosial ekonomi rendah cenderung memiliki konsep diri yang relatif rendah. Dibandingkan dengan kelompok ekonomi tinggi ataupun kelompok mayoritas.

  1. Tuntutan orang tua

Tuntutan orang tua yang berlebihan, bisa berdampak pada tingkat kepercayaan diri anak. Hal ini karena mereka takut gagal ataupun tidak siap menerima hambatan.

  1. Penilaian Orang lain dan Keadaan Fisik

Setiap individu tentu tidak bisa terlepas dari pandangan orang lain dalam menilainya. Hal ini bisa menjadi faktor positif atau negatif tergantung sikap individu tersebut menghargai orang diluangkan tersebut.

  1. Kegagalan dan Keberhasilan

Siapa yang menyangka jika keberhasilan dan kegagalan dapat mempengaruhi konsep diri seseorang. Mengingat keberhasilan sering kali menjadi sebuah kebanggaan, namun jika mengalami kegagalan Anda dapat intropeksi dan mendapatkan sebuah pelajaran. Yang dimana suatu saat Anda dapat berhasil meraih apa yang diinginkan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.