Biseksual: Penjelasan Lengkap

Biseksual: Penjelasan Lengkap

Posted on

Biseksual – LGBTQ menjadi perbincangan yang hangat sejak beberapa tahun ini. Pasalnya antara kelompok yang pro dan kontra sama-sama memiliki pegangan kuat terkait dengan pilihannya. Para pendukungnya Sebagian besar mengatasnamakan HAM untuk melegitimasi perilaku, sedangkan orang-orang yang kontra mengatasnamakan agama untuk argumennya.

Biseksual adalah salah satu bagian dari LGBTQ yang ramai diperbincangkan. Tidak seperti homoseks yang menyukai sesama jenisnya, seorang biseksual bisa menjadi heteroseks dan homoseks di saat yang bersamaan. Oleh karena itu pembahasan tentang hal ini lebih panjang dibandingkan dengan orientasi seksual lain dalam LGBTQ.

Apa itu Biseksual?

istilah ini ditujukan untuk seseorang yang menyukai lebih dari satu jenis kelamin. Suka di sini diartikan sebagai ketertarikan emosional, romantic, dan seksual. Orientasi seksual ini bisa menjalin hubungan romantis dengan lebih dari satu jenis kelamin, sehingga bisa menjalin hubungan dengan lebih dari satu orang dengan jenis kelamin yang berbeda.

Perlu dipahami juga bahwa jenis kelamin atau seks berbeda dengan gender. Jenis kelamin diartikan sebagai ciri-ciri kelamin yang dibawa sejak lahir, baik itu laki-laki maupun perempuan. Sedangkan gender diartikan sebagai identitas sosial. Hal ini terlepas dari ia seorang laki-laki ataupun perempuan. Bisa jadi jenis kelamin perempuan bergender laki-laki dan sebaliknya.

Jika bersumber dari situs Human Rights Campaign, Biseksual memiliki artian yang lebih luas lagi. Orientasi seksual ini memiliki ketertarikan pada lebih dari satu gender, termasuk juga panseksual, Queer, dan fluid. Salah satu studi untuk memperkirakan jumlahnya di Amerika Serikat menunjukkan hasil bahwa kelompok ini di Amerika terdiri dari 5.5% wanita dan 2% Pria.

Baca Juga:  Menggunakan Jasa Psikolog Pernikahan Untuk Menciptakan Hubungan Harmonis

Dengan jumlah yang disebutkan di atas, bisa dikatakan bahwa kelompok ini adalah kelompok paling besar di komunitas LGBT secara kuantitas, baik pria maupun wanita. Studi yang disebutkan di atas dilakukan pada lebih dari 10 ribu perempuan dan laki-laki. Rentang usianya berada di kisaran 15-44 tahun, di tahun 2011-2013.

Penyebab Biseksual

Mencari tahu penyebab seseorang bisa menjadi seorang biseksual adalah hal yang cukup rumit. Pasalnya menurut psikologi dulunya adalah penyimpangan, sama seperti homoseks baik itu Gay maupun lesbian. Namun semakin ke sini, kata penyimpangan ini dihapuskan, sehingga berdampak bahwa biseksual bisa jadi adalah bawaan semenjak kecil.

Mencari tahu penyebab biseksual sama saja mencari tahu kenapa seseorang bisa heteroseksual atau homoseksual. Kenapa anda menyukai lawan jenis anda? Apa Sebabnya? Lalu kapan anda menyadari hal tersebut? Pertanyaan-pertanyaan sejenis ini tentu cukup sulit untuk dijawab. Karenanya, penyebab seseorang bisa heteroseksual, homoseksual, atau biseksual belum diketahui secara pasti.

Namun dengan adanya penghapusan kata “penyimpangan” dalam pengertian biseksual, menjadi indikasi bahwa para peneliti sendiri menduga bahwa hal ini disebabkan oleh faktor biologis bahkan sebelum seorang individu dilahirkan. Orientasi seksual ini baru disadari setelah tumbuh kembang terjadi. Namun Sebagian orang menyadari hal ini bahkan sebelum mengalami pubertas.

Resiko Kesehatan

Heteroseksual, homoseksual, dan biseksual masing-masing memiliki resiko kesehatan tersendiri apabila hubungan seksual tidak dilakukan dengan hati-hati. Terutama homoseksual yang dilakukan oleh sesama lelaki. Hal ini juga berlaku pada biseksual laki-laki yang juga bisa menyukai sesamanya. Karena itu perlu dibahas terkait resiko kesehatan yang mungkin mengintainya.

Mengacu pada salah satu artikel di Current Sexual Health Reports, bahwa pelaku biseksual memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami infeksi menular seksual dan penyakit mental, jika dibandingkan dengan orientasi seksual lainnya. Resiko yang lebih tinggi ini dipengaruhi oleh banyak faktor yang menyertai orientasi seksual dari biseksual ini.

Baca Juga:  Bahas Lengkap Dunia Trading, Salah Satunya Psikologi Trading

Penyakit mental yang memungkinkan berada pada seorang biseksual disebabkan oleh diskriminasi dan stigma yang ada di masyarakat terhadap mereka. Hal ini menjadi beban mental tersendiri yang harus ditanggung. Sedangkan resiko IMS atau infeksi menular seksual juga lebih tinggi karena hubungan seksual dilakukan lebih dari satu pasangan dengan perbedaan jenis kelamin.

Keberadaan Kelompok Biseksual di Indonesia

Di Indonesia kelompok LGBTQ masih berusaha untuk menyebarkan pola pikir dan perilakunya, dengan banyaknya pro kontra di sana-sini. Kelompok biseksual dalam LGB sendiri memiliki jumlah yang tidak sedikit. Jumlah kelompok ini di Indonesia secara kuantitas memiliki jumlah yang banyak, tetapi hal ini tidak muncul sampai ke permukaan.

Karena kebanyakan fokus masyarakat Indonesia adalah mengoreksi orang-orang yang memiliki orientasi seksual sebagai homoseks. Karena seorang biseksual dapat menyukai lebih dari satu jenis kelamin, maka akan lebih mudah bagi seorang biseksual untuk menutupi identitasnya, tidak seperti orang-orang yang memiliki orientasi seksual sebagai homoseks.

Orang-orang ini bisa mengaku dirinya sebagai seseorang yang heteroseks untuk menghindari stigma dan tekanan masyarakat yang muncul pada dirinya. Karena itu biseksual di Indonesia cukup sulit untuk diketahui keberadaannya, tidak seperti homoseks yang memiliki kode-kode tertentu untuk sesama mereka.

Namun perlu digaris bawahi bahwa orientasi seksual seseorang tidak selalu mempengaruhi produktivitas dan profesionalitasnya. Oleh karena itu langkah mendiskriminasi orang-orang yang memiliki orientasi seksual berbeda adalah langkah yang tidak tepat untuk dilakukan. Karena hal ini seringkali tidak memiliki dampak langsung untuk profesionalitas.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.