Psikologi Kognitif
Psikologi Kognitif

Yuk Cari Tahu Tentang Psikologi Kognitif dan Manfaatnya

Berbicara tentang ilmu psikologi terkadang sangat menarik, dimana penggunaan teori yang diterapkan untuk diaplikasikan terhadap sifat dan pola perilaku manusia. Dalam mahzab awalnya, ilmu psikologi terdiri dari beberapa, diantaranya fungsionalisme (pemahaman mengapa manusia melakukan sesuatu), Assosiasionisme (menguji ide-ide yang dapat diasosiasikan satu sama lain), Behaviorisme (pendapat dimana seharusnya psikologi menyoroti antara perilaku yang diamati di satu sisi), Behaviorisme baru (dimana untuk memahami seseorang harus memahami terlebih dahulu maksud dan rencana perilaku tersebut), Psikologi Gestalt (fenomena psikologis adalah semua fenomena sebagai keseluruhan yang terstruktur).

Dan yang terakhir Ilmu psikologi dibagi lagi menjadi lebih rinci salah satunya psikologi kognitif. Secara harfiah, kognitif sendiri dihubungkan dengan kata kognisi dimana dapat diartikan sebagai proses atau kegiatan memperoleh pengetahuan. Sedangkan pengertian psikologi kognitif sendiri cukup banyak terutama yang berasal dari para ahli, diantaranya dari Soslo Maclin yang mengatakan bahwa pengertian psikologi kognitif adalah sebuah ilmu atau pengetahuan membahas tentang persepsi atas informasi, alur pikiran, serta formula dan jawaban seseorang. Selanjutnya ada pengertian psikologi kognitif dari Brown yang juga memiliki pemahaman bahwa psikologi kognitif merupakan ilmu yang memiliki kaitan dengan persepsi, perhatian, memori, bahasa dan pengambilan keputusan.

Jika kita tarik kesimpulan secara umum, dapat dikatakan bahwa psikologi kognitif merupakan ilmu yang mempelajari persepsi, pola pikir, perhatian, ingatan, bahasa, pengambilan keputusan dan proses belajar. Berdasarkan sejarahnya, psikologi kognitif muncul karena adanya teori-teori filsafat di abad ke-19an. Beberapa ahli psikologi yang merambah ke dunia filsafat membuat berkembangnya teori-teori tentang psikologi ini.

Aliran dari psikologi kognitif sendiri dibagi menjadi beberapa, seperti teori perkembangan mental yang dipopulerkan Piaget, kemudian teori pemahaman konsep belajar yang dipopulerkan Bruner, teori bermakna dari Ausubel. Dipopulerkan oleh Kurt Lewin yaitu teori medan, lalu ada teori konstruktivisme sosial dipopulerkan Lev Vigotsky dan lain sebagainya.

Baca Juga:  Biseksual: Penjelasan Lengkap

Ruang lingkup dari psikologi kognitif

  • Neurosains kognitif: fokus pada fungsi otak sebagai dasar pembentuk pengalaman kognitif.
  • Sensasi: sebagai pendeteksi rangsangan, yang biasanya membahas mekanisme sensorik dan stimulus.
  • Persepsi : cabang stimulus yang membahas interpretasi stimulasi sensorik.
  • Pengenalan pola: bagian dari interaksi yang rumit yang melibatkan persepsi, sensasi, memori dan pencarian kognitif dengan tujuan mengenal pola tersebut.
  • Atensi : sebagai upaya pemusatan mental dalam suatu peristiwa.
  • Kesadaran : ini merupakan kesediaan seseorang terhadap peristiwa atau kejadian yang anda di lingkungannya.
  • Memori: merupakan suatu representasi dari pengetahuan yang menyimpan informasi jangka pendek atau jangka panjang tempang mengkombinasikan dan memperbaharui informasi lama maupun baru.
  • Pencitraan : representasi mental seseorang terhadap benda yang tidak ada dihadapannya. Dan masih banyak lagi.

Sifat manusia yang berbeda-beda, membuat teori ini muncul dengan metode empiris, dimana para ahli psikologi kognitif ini bermaksud untuk mengetahui bagaimana kemampuan atau tingkat kecerdasan sifat manusia mencerna terapan kognisi yang nantinya akan berpengaruh kepada sikap dan cara manusia tersebut mengambil keputusan yang biasanya digunakan dalam lingkungan sosialnya.

Manfaat dari psikologi kognitif selain kepribadian diantaranya yaitu:

  1. Sebagai cabang utama dalam mempelajari psikologi manusia, hal ini didasarkan beberapa cabang seperti bahasa, kemampuan berpikir, pengambilan keputusan hingga ingatan dan lain sebagainya.
  2. Manfaat psikologi kognitif juga sebagai ilmu yang nantinya dijadikan cabang pembantu psikologi lainnya, seperti psikologi pendidikan, sosial dan lain sebagainya.
  3. Manfaat psikologi kognitif lainnya adalah dapat meningkatkan perilaku, dan menentukan cara bekerja pikiran.

Berbicara tentang psikologi kognitif sebagai alat bantu psikologi pendidikan misalnya pada kemampuan kognitif untuk belajar dengan cepat. Ini erat keterkaitannya dengan mental, dimana belajar dengan cepat bukanlah hal yang bisa dilakukan setiap manusia. Mungkin ada yang dibawa dari kemampuan alami manusia tersebut, akan tetapi dapat juga dilatih agar unsur kemampuan belajar kognitif tersebut semakin peka dan tajam. Berikut beberapa kemampuan kognitif untuk belajar dengan cepat:

  1. Kemampuan kognitif dengan pembelajaran visual
Baca Juga:  Perbedaan Psikolog dan Psikiater Yang Jarang Diketahui Banyak Orang

Beberapa manusia lebih mampu menangkap pelajaran dengan cepat jika diberikan materi dengan tampilan secara visual, ini artinya tipe ini harus memiliki lingkungan belajar dengan tipe rangsangan visual dimana mungkin saja manusia dengan kemampuan ini dapat menghapus teks tulisan, gambar hanya dengan melihat visual.

  1. Kemampuan kognitif dengan pembelajaran auditory

Tipe ini biasanya manusia dengan kemapuan menginat yang baik hanya dengan mendengarkan apa yang orang lain sampaikan melalui suara.

  1. Kemampuan kognitif dengan pembelajaran membaca dan menulis

Tipe ini akan lebih mudah mengingat dan menyerap subjek yang dipelajari dengan ditulis ulang atau membaca agar lebih melekat pada memori mereka.

  1. Kemampuan kognitif dengan pembelajaran kinestetik

Jika metode sebelumnya menggunakan audio, gambar, atau tulisan, pada tipe ini lebih pada metode praktek secara langsung, dengan praktek secara langsung, manusia dengan kemampuan kinestetik ini lebih mudah menyerap subjek yang mereka pelajari.

Mempelajari psikologi kognitif akan sangat memberikan manfaat, sebagai manusia dengan banyak perbedaan sikap, mental, dan perilaku treatment dalam ilmu psikologi bertujuan untuk memberikan alur atau pembelajaran dalam hidup dan kehidupan sifat manusia. Manusia yang sulit ditebak, dan bagaimana pola dan tindakannya dalam menghadapi peristiwa dapat mengindikasi tingkat kecerdasan dan kesehatan mental dari manusia tersebut. Setelah mengetahui manfaat psikologi kognitif, mungkin anda bisa mengembangkan beberapa hal dari dalam diri anda melalui tes psikologi kognitif agar anda bisa memahami dan mengimprovisasi diri anda sendiri.

Check Also

Cara Move On dari Mantan

Cara Move On dari Mantan: 18 Tips

18 Cara Move On dari Mantan – Bagi beberapa orang, masa lalu termasuk salah satu …